Arief Novianto

Just another Blog Civitas UPI site

Rekayasa Perangkat Lunak dan Model Prosesnya

February14

Di waktu sore dengan hujan hujan lebat paling enak dengan bersantai di dalam rumah ditemani kopi ditambah alunan musik dari laptop kesayangan. Tetapi tahukan anda bagaimana cara komponen-komponen laptop yang saling berhubungan dan bekerja secara bersama-sama menghasilkan sebuah musik yang merdu? Dalam aplikasi permutar musik atau aplikasi-aplikasi lain terdapat serangkaian perintah atau proses yang akan dijalankan perangkat keras komputer disebut juga rekayasa perangkat lunak.

Rekayasa perangkat lunak yang disingkat RPL adalah ilmu yang mempelajari pembuatan, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan perangkat lunak dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja tetapi mengurangi biaya dan waktu. Rekayasa perangkat lunak memiliki ruang lingkup software requirements, software design, software construction, software testing, software maintenance, software configuration management, software engineering management, software wngingeering tools and methods, software engineering process, dan software quality.

Rekayasa perangkat liunak yang baik harus jelas tujuan , idntifikasi kebutuhan, dan metode pengembangannya untuk megurangi waktu dan biaya pengembangan dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Beberapa model pengembangan perangkat lunak yang digunakan antara lain :

Linear Sequential Model

Linear sequentian model kadang disebut waterfall model karena tahapan atau prosesnya yang berurutan dan tidak dapat mengulangi tahapan atau proses yang sudah terlewati. Tahapannya antara lain analisis, desain, coding, pengujian, dan support (dukungan) dan digambarkan seperti berikut :

squence model

Analisi Kebutuhan

Pada tahap ini dilakukan pencarian kebutuhan pengguna atau user terhadap perangkat lunak yang akan dikembangkan. Parameter keberhasilan pada tahap ini adalah didapakan semua informasi yang dibutukan dalam membuat perangkat lunak yang dapat menyelesaikan maslah yang dihadapi pengguna. Diharapka pada tahap ini pengembang harus mendapatkan infromasi secara lengkap agar pada tahapan berikutnya persyaratan informasi terpenuhi.

Desain

Pada tahap desain, pengembang spesifikasi dari komponen-komponen perangkat lunak yang akan dipakai secara detail dan menghasilkan tujuan berdasarkan pada tahap analisis.

Coding

Pada tahap ini, pengembang membuat perangkat lunak dalam bentuk perintah atau proses yang harus dikerjakan sebuah komputer.

Testing

Pada tahap testing, pengembang melakukan pengujian terhadap perangkat lunak yang telah dibuat untuk mencari dan memperbaiki kekurangan perangkat lunak tersebut.

Dukungan

Pada tahap ini, dilakukan perawatan atau maintenance terhadap perangkat lunak ketika sudah digunakan. Pada tahap ini juga dilakukan perbaikan dan peningkatan kinerja terhadap perangkat lunak.

Prototyping Model

prototyping model
Model prototipe secara sederhana dapat digambarkan seperti tahapan Input – Proses – Output. Tahap pertama pengembang menganalisis kebuatuhan pengguna terhadap perangkat lunak yang akan dibuat. Tahap kedua pengembang membuat prototipe perangkat lunak berdasarkan data atau infromasi yang didapat pada tahap sebelumnya. Prototipe tersebut diajukan kepada pengguna. Setelah pengguna mencoba prototipe tersebut akan didapatkan feed back dari pengguna berupa kelemahan pada perangkat lunak. Pada tahap selanjutnya pengembang meningkatkan kinerja perangkat lunak berdasarkan informasi kelemahan perangkat lunak yang didapat pada tahap sebelumnya.

 

Pustaka :

Software Engineering E-Book (Roger S. Pressman, Ph.D.)

Buku Rekayasa Perangkat Lunak (Aunur R. Mulyarto)

posted under RPL | No Comments »

Hello world!

February12

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!